http://tripwow.tripadvisor.com/tripwow/ta-074f-388e-fa04?ln maswin

Selasa, 26 Mei 2015

KU KAN TETAP MENCINTAIMU.....


Aku ingin lari dari keputusasaan ini
lepas dari cengkeraman keraguan
dan berusaha kuat dengan ketidakberdayaanku
aku tidak mau dibilang lemah

Hanya karena tangisan yang keluar dari mata
aku tidak ingin dikatakan rapuh
hanya karena besarnya rasa cintaku
tapi aku hanya mampu diam

Dan membiarkan semua begitu saja
tetap seperti adanya
mengalir sampai ke tempat tujuannya…
Aku akan tetap berusaha sabar

Berdiri tegar dengan sisa-sisa tenagaku
aku yakin semua keputusasaan, keraguan, dan ketidakberdayaan
itu akan lenyap menghilang
seiring dengan bergantinya musim

Aku tidak akan kehilangan cintaku
karena aku yakin cinta yang kupunya tak’kan habis
yang hanya kupersembahkan untukmu
wahai cinta sejatiku….

KU KAN MENJAGAMU.......

Eko Pratomo Suyatno, namanya sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan. Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri Reksadana di Indonesia dan juga direktur dari Fortis Asset Management yang sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment.

Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Karena ada sisi kesehariannya yang luar biasa! Usianya sudah tidak terbilang muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang anak.

Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang ke empat. Tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno selalu sendirian memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.

Pada suatu hari saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya– karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga masing-masing– Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka karena yang dia inginkan hanya satu ‘agar semua anaknya dapat berhasil’.

Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:
Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu. Kata si Sulung sambil berlinang air mata.

Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian. Si Sulung melanjutkan permohonannya.

Anak-anakku. Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan kalian sejenak kerongkongannya tersekat kalian yang selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit. Pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya

Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno, dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa-apa….disaat itulah penonton yang kebanyakan perempuan banyak menangis mendengar kisah beliau.

Disitulah Pak Suyatno bercerita : Jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit. Sambil menangis

_Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita kepada Allah di atas sajadah  dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya _ BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI, SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH

Senin, 25 Mei 2015

AKU INGIN MATI.......

Seorang pria setengah baya mendatangi salah satu dokter langganannya, “Dokter, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Dokter pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Dokter, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Dokter meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.” Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. “Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Dokter.

“Tidak Dokter, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Dokter.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

Setelah berpikir sejenak sang dokter masuk ke ruang pribadinya, kemudian keluar dengan membawa 3 botol berisi cairan khusus. Ambillah 3 buah botol ini. Diminum setiap hari satu botol mulai sore ini. 3 hari lagi kamu akan mati dengan sangat tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Dokter lain yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarinya racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati karena keinginanya untuk mati sudah bulat.

Pulanglah ia ke rumah. Ia langsung menghabiskan 2 botol yang disebut "racun" oleh dokter tersebut. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana ia tidak pernah rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai. Tinggal 3 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah “pikirnya dalam hati”.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran dengan nuansa romantis. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasana penuh kekeluargaan.

Sebelum tidur, ia mencium kening istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk ke dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?” Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.” Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah.

Ia ingin membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tapi bagaimana dengan 2 botol racun yang sudah ia minum, sore sebelumnya? ” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini.”

Ia pun buru-buru mendatangi sang dokter yang telah memberi 3 botol racun kepadanya. Sesampainya di rumah sang dokter tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Dokter langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Dokter pun berkata “Buang saja sisa 1 botol racun itu. Isinya hanya air putih biasa. Kau sudah sembuh, Apa bila kita hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemput kita kapan saja, dan dimana saja, maka kita akan menikmati setiap detik kehidupan kita. "Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu."

"Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan pernah jenuh, tidak akan pernah bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami sang dokter, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya.

Minggu, 24 Mei 2015

MAAFKAN AKU YA PAK..........

Seorang laki-laki tua pensiunan membawa HP bututnya ke konter handphone hendak memperbaiki hapenya tersebut... 
Selang beberapa menit diperiksa petugas konter dia bilang... Bapak ini hape bapak tidak ada yang rusak masih bagus dan bisa dipakai.. 
Sambil bingung bapak tersebut bicara: yang bener dek.. Coba tolong di cek lagi ini hape saya memang sudah lama sekali dulu saya beli punya tetangga biar bisa komunikasi dengan anak saya. 
Lalu di cobalah ditelpon pakai hape penjaga konter, nah tu pak bisa kan,  hape bapak ga rusak kok. 
Lalu lelaki tua itu sambil meneteskan air mata dan merunduk bilang " Tapi kenapa anak-anak saya tidak pernah menelepon saya?"
Bagaimana kabar orang tua anda hari ini?
Sehatkah mereka? Sudahkah ditengah kesibukkan anda hari ini menyempatkan diri untuk menanyakan kabar mereka?
Bukan uang, emas atau permata yang mereka harapkan dari anda. Tapi sekedar kabar atau suara anda yang mereka rindukan dikala jauh. ketahuilah mereka hanya ingin memastikan anda baik-baik saja, karena betapa jika anda sudah dewasa pun orang tua masih menganggap kita seperti anaknya dulu yang masih kecil selalu dibelai dan ditimang.
Maaf tulisan ini bukan untuk menggurui,tapi hanya sekedar berbagi, jangan sampai kisah ini terjadi bagi anda, sebab suatu saat kita akan menjadi orangtua seperti mereka. 

Kamis, 21 Mei 2015

PUISI INI BUATMU.......

Mengenangmu

Mengenangmu......
Seperti berkelana jauh menjelajah bintang
memetik setiap noktah-noktah cahayanya
yang membentuk wajahmu dirangka langit
lalu melukiskannya kembali di kanvas hati
Dengan lembut cahaya bulan
yang terbit dari indah matamu
Mengenangmu.......
Bagai menikmati setiap tetes bening embun
yang menyebar rata pada rumput pekarangan
lalu menuainya satu-satu
dan kupintal rapi bersama desir rindu
yang terus mengalun meski mata sudah terjaga
dari rangkaian mimpi indah tentangmu
Mengenangmu......
Laksana menikmati larik pelangi dibatas cakrawala
Yang melengkung sempurna serupa senyummu
lalu dari sana, kujadikan setiap bilah warnanya
menjadi seikat puisi yang kukirimkan padamu
bersama derai gerimis dan desah pilu tak berkesudahan
Mengenangmu.......
Seperti mengayuh sampan kecil di danau yang sepi
Dimana setiap kali kayuhnya yang jatuh
Gemercik menerpa air
Adalah detak-detak jantungku
yang telah lelah menghitung waktu
sejak dirimu berlalu
dan meninggalkan jejak lembut cahaya bulan
juga serpihan kenangan
mengendap didasar hati dari matamu….....

Mengenang Namamu Pada Lirih Desau Angin

Dalam banyak kisah, kita selalu percaya bahagia selalu ada di penghujung hilirnya
sementara duka dan tangis hanyalah ornamen pelengkap
yang kerap melekat ringkih di sepanjang perjalanan
lalu akan luruh satu-satu meninggalkan jejak kelam dibelakang
Saat kukenang namamu pada lirih desau angin
di terik kemarau yang menghadirkan peluh, juga keluh
atau di temaram senja dimana kita pernah merajut asa
bayangmu hadir dalam senyap bersama senyum pahit
“Segalanya memang mungkin tak sesuai harapan,”katamu pilu
seraya menyeka air mata yang mengalir deras di tebing pipi
dan menjelma hujan, membasahi rumput pekarangan
lalu perlahan hanyut membawa impian indah kita entah kemana
“Jangan pernah berhenti untuk meyakini hadirnya kebahagiaan,”tuturmu lagi,
“karena aku akan berdiri disana, setia di ujung penantian, menyongsong kedatanganmu,
dengan atau tanpa mengenang namaku”

HARAPAN PUNAH

Baru sempat aku tuliskan kebahagiaan
Tak lama berubah menjadi kesedihan
Belum semua janji terpenuhi
Kau sudah menghentikan cerita cinta ini
Dengan alasan ragu kau menghentikan semuanya
Ragu yang sudah tak bisa buang lagi
Ingin rasanya berkata jangan berhenti sampai disini
Namun tak berdaya hatiku untuk memaksanya
Punah sudah harpanku
Tak mungkin lestari lagi
Kecewa rasanya hati ini
Sedih rasanya batin ini
Aku hanya bisa berpura-pura tegar
Menunggu waktu menghapus kenangan
Tetapi bila suatu saat kau datang kembali
Tak akan ku ragu untuk memelukmu lagi

Membenamkan Lara Pada Sungai Kerinduan

Kerapkali, kamu menganggap setiap noktah cahaya bintang di langit
yang berpendar cemerlang, adalah bagian dari serpih kebahagiaan yang menguap ke langit
“Setidaknya, aku bisa menyaksikan rasa yang hilang itu disana, menikmatinya dan berharap
segalanya akan baik-baik saja setelah semuanya berlalu,”katamu perih
Sejatinya, hidup selalu menawarkan banyak teka-teki
juga kisah sedih yang kerapkali kita benamkan bersama dalam sungai kerinduan
membiarkannya mengalir begitu saja menuju muara dimana semua seharusnya berakhir
Kerapkali, kita memang berusaha mengabaikan segala logika absurd
yang telah kita bangun dalam pikiran masing-masing
bahwa setiap jejak yang terpacak dalam riuh rentang perjalanan
adalah cermin atas kehangatan cinta dan kebersamaan kita
yang semu, juga pilu
Kita telah tahu semua tak akan sama sesuai keinginan
dan ini adalah pilihan terbaik atas segala kesempatan yang ada
Kita sudah berdamai dengan kenyataan :
meyakini bahwa tak ada yang sia-sia, walau kelak hanya menyisakan lara
serta catatan luka di kaki langit
dan kita benamkan dalam deras sungai
bersama impian, juga kenangan, yang hanyut
sampai jauh..


HARAPAN INI MASIH ADA

Harapan ini masih ada dalam hati
Seperti rasa cemas akan harapan ini pun ada
Begitu dinginnya sikapmu sekarang
Tak seperti biasanya kau begini
Jangankan memberi kabar, membalas pesan pun tidak
Mungkin kau bosan dengan pembicaraan kita dalam pesan yang aku kirim
Kau selalu bilang ‘rahasia’
Kau bilang begitu agar aku merasa penasaran
Tapi yang aku rasakan bukan itu, melainkan aku merasa takut
Aku takut kau pergi
Aku selalu mendambakan pertemuan kedua kita
Aku tunggu kau di kota ku
Kau bilang akan aku usahakan
Makin besar harapanku kepadamu
Semakin jarang kau memberikan kabar
Semakin sering aku menanyakan kabarmu
Aku geram, satu sosok datang memberi setitik cahaya
Namun aku masih belum bisa melupakanmu
Jelaskanlah supaya aku tidak takut dan kita dapat melangkah dengan leluasa

KETIKA BUTA.......

~Berawal ada seorang pria buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya seorang. Kekasihnya itu selalu berada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berjanji akan menikahi kekasihnya bilamana suatu ketika dia sdh bisa melihat dunia.
~Suatu hari, ada seseorang yang dengan sukarela mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga akhirnya dia bisa melihat dunia ini lagi dan termasuk bisa melihat kekasihnya juga.
Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakh kamu mau menikah denganku?"
Pria itu terguncang hatinya saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta.
Dia menolak untuk menikahinya, kekasihnya begitu kecewa dan akhirnya pergi meninggalkannya dengan hati yang hancur dn berlinang air mata, kemudian dia dengan susah payah menulis secarik kertas yang isinya singkat kepada pria itu,,,, "Sayangku, tolong jaga baik-baik kedua bola mataku".
~Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia begitu cepat sekali berubah disaat apabila status hidupnya sudah berubah menjadi baik.
Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya  dan lebih sedikit lagi yang ingat terhdp siapa dia harus berterima kasih dan balas budinya karen telah menopang dia pada saat dia dalam kesusahan.
•Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar, Ingatlah akan seseorg yang tidak "bisa berbicara".
•Sebelum engkau mengeluh tentang cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorg yang tdk punya sesuatu apapun utk "dimakan".
•Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu, Ingatlah akan seseorang yang menangis sebab dia "kehilangan" pasangan hidupnya.
•Sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat sudah "dipanggil kembali ke surga".
•Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu, Ingatlah akan seseorg yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi  belum "mendapatinya".

~Hidup ini adalah Anugerah, sebab itu bersyukurlah selama engkau masih hidup dengan apapun yang engkau punyai。

Rabu, 20 Mei 2015

CERITA DI BALIK KAPAL PESIAR YANG TENGGELAM


Sebuah kapal pesiar mengalami, kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju sekoci untuk  menyelamatkan diri, sampe disana, mereka menyadari bahwa hanya ada satu tempat, untuk satu orang yg tersisa.
Segera sang suami melompat mendahului sang istri, untuk mendapatkan tempat itu, sang istri hanya bisa menatap sang suami yang berlalu meninggalkannya.sambil meneriakan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh, dan kapal bener" menenggelamkannya,,
Guru yang menceritakan kisah ini, bertanya pada murid" nya,,
Menurut kalian kalimat apa yang di teriakan oleh sang istri???
Sebagian besar murid" itu menjawab
" aku benci kamu!!
"Kamu tau aku buta''
" tega nya dirimu!!
"Kamu egois
Tapi ada seorang murid, yang diam saja, dan guru pun meminta sang murid tuk menjawab,, dan kata si murid,, " guru, saya yakin si istri pasti berteriak,, tolong jaga anak kita baik" ya, biar lah aku yg tenggelam
Guru itu terkejut, dan bertanya,, 
Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?
Murid itu hanya menggelengkan kepala, belum,,
Tapi itu yang di katakan oleh mama saya sebelum beliau meninggal karena penyakit kronis,,
Guru itu menatap seluruh kelas dan berkata,, itu jawaban yang benar
Kapal itu kemudian bener" tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian,
Bertahun" kemudian setelah sang suami meninggal, anaknya menemukan buku harian ayahnya, disana dia menemukan kenyataan bahwa  saat orang tua naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera  meninggal menurut dokter, karena itu di saat darurat, ayahnya memutuskan menggambil satu"nya kesempatan tuk bertahan hidup demi  buah cintanya..
Dia menulis di buku harian itu,, " betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersamamu, denganmu, membawa cinta kita,, tapi  demi buah hati kita aku harus membiarkanmu tenggelam, sendirian tuk selama lamanya, aku pun janji akan selalu sendiri sampe maut  mempertemukan kita kembali,, cerita ini pun selasai, dan seisi kelas pun terdiam,, guru itu yakin bahwa murid"nya sekarang  mengerti moral dari cerita tersebut,, bahwa kebaikan, dan kejahatan di dunia ini, tidak sesederhana yang kita sering pikirkan,  ada berbagai macam komplikasi dan alasan di baliknya,yang kadang sulit di mengerti 
Karena itulah kita seharusnya jangan pernah melihat hanya dari luar dan kemudian menghakiminya,apa lagi yang tak tau apa" karena
Mereka yang sering membayar untuk orang lain, mungkin bukan berarti mereka kaya, tapi karena mereka menghargai hubungan dari pada uang,,
Mereka yang bekerja tanpa ada yang menyuruh, mungkin bukan karena mereka bodoh, tapi karena mereka menghargai konsep tanggung jawab
Mereka yang minta maaf duluan setelah bertengkar, mungkin bukan berarti mereka bersalah, tapi karena menghargai orang lain dari pada dirinya sendiri
Mereka yang mengulurkan tangan untuk menolongmu, mungkin bukan karena mereka merasa berhutang, tapi karena mereka menganggap kamu  sahabat
Mereka yang sering mengontakmu, mungkin bukan karena tidak punya kesibukan, tapi karena kamu di hatinya, 
Mereka yang  selalu menyanjung mu setinggi langit, mungkin bukan karena engkau pahlawan tapi mungkin mereka memaafkan keburukan mu
Mereka yang  selalu menghinamu dan menghakimimu, bukan karena mereka membencimu, tapi mungkin mereka ingin menguji ketulusan cinta 
Dan 

Mereka yang selalu ingin di sapa karena merasa hanya engkau yang di cinta